Pelabuhan Patimban Dijadwalkan Untuk Mulai Beroperasi Pada Bulan September

Pelabuhan Patimban Dijadwalkan Untuk Mulai Beroperasi Pada Bulan September – Pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat, sebuah proyek strategis yang diharapkan dapat memudahkan logistik di lingkungan industri yang sibuk, telah dijadwalkan untuk operasi parsial pada bulan September, menurut Kementerian Perhubungan.

Direktur jenderal transportasi laut kementerian, R. Agus H. Purnomo, mengatakan autoterminal akan menjadi bagian pertama dari pelabuhan yang akan beroperasi, dibuka pada bulan September. Pelabuhan ini terletak sekitar 70 kilometer dari kawasan industri Karawang di Jawa Barat, tempat banyak perusahaan Jepang membangun pabrik.

Pengoperasian autoterminal sedang menunggu penyelesaian jembatan penghubung yang akan menjadi akses utama yang menghubungkan terminal dengan area cadangan.

Pelabuhan Patimban Dijadwalkan Untuk Mulai Beroperasi Pada Bulan September

Jembatan akan menghubungkan autoterminal dan pelabuhan di tengah laut. Itu akan menjadi 1 kilometer panjang dan karena operasi autoterminal dijadwalkan untuk September, jembatan penghubung harus diselesaikan jauh sebelumnya, semoga pada bulan April atau Juni, Agus mengatakan kepada wartawan di Jakarta pada hari Kamis.

Pada hari Kamis, kementerian menandatangani paket ketiga kontrak untuk pengembangan pelabuhan, yang akan menjadi dasar untuk pembangunan jembatan penghubung, dengan nilai kontrak Rp 524,1 miliar (US $ 38,2 juta). Perusahaan konstruksi milik negara, Wijaya Karya dan PP akan membangun jembatan.

Pelabuhan Patimban adalah salah satu proyek strategis nasional pemerintah, yang didanai oleh pinjaman bantuan pembangunan resmi (ODA) dari pemerintah Jepang sebesar Rp 14,2 triliun untuk tahap pengembangan pertama. Bandar Ceme Terbesar

Tahap I dari pengembangan meliputi pembangunan terminal, breakwater, seawall, revetment, area cadangan, akses jalan dan jembatan penghubung.

Kementerian melaporkan bahwa terminal kendaraan dan peti kemas 58% selesai pada 26 Januari. Pemecah gelombang, dinding laut, dan revetment 25% selesai pada 11 Februari.

Pada tahap pengembangan pertama, pelabuhan Patimban direncanakan untuk melayani 3,75 juta unit setara dua puluh kaki (TEU) dan menampung 600.000 kendaraan built-up (CBU) lengkap. Sementara itu, pada fase kedua, kapasitas Patimban akan meningkat menjadi 5,5 juta TEUs dan diharapkan mencapai kapasitas finalnya 7,5 juta TEUs dalam fase 3.

Pelabuhan Patimban diharapkan menjadi pelabuhan ekspor utama Indonesia. Hal ini juga diharapkan untuk mengatasi kelebihan kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok dan kemacetan lalu lintas di Jakarta dari pengangkutan kargo.